Test Scenario vs Test Case dalam Pengujian Perangkat Lunak

Pengujian perangkat lunak adalah langkah penting dalam pengembangan perangkat lunak yang bertujuan untuk memastikan bahwa perangkat lunak berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna. Dalam pengujian perangkat lunak, ada dua konsep utama yang sering digunakan: test scenario dan test case.

Meskipun kedua konsep ini terkait erat, mereka memiliki perbedaan yang signifikan. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara test scenario dan test case dalam konteks pengujian perangkat lunak.

 

Test-Scenario-vs-Test-Case

 

Apa Itu Test Scenario?

 

Test scenario adalah gambaran umum tentang bagaimana suatu fitur atau fungsi dalam perangkat lunak akan diuji. Ini adalah abstraksi tingkat tinggi yang merinci situasi atau kasus pengujian secara keseluruhan. Test scenario tidak mencantumkan langkah-langkah pengujian yang sangat rinci, tetapi memberikan pandangan holistik tentang apa yang akan diuji dan mengapa.

 

Contoh Test Scenario

 

Bayangkan Anda mengembangkan aplikasi e-commerce, dan Anda ingin menguji proses pembayaran. Sebuah test scenario untuk pengujian proses pembayaran dapat menjadi sebagai berikut:

 

Test Scenario: Memastikan bahwa proses pembayaran berfungsi dengan baik.

 

Apa Itu Test Case?

 

Dalam pengujian perangkat lunak, test case berfungsi sebagai dokumen atau pedoman yang menguraikan langkah-langkah terperinci yang harus diikuti oleh seorang pengujian untuk menguji fitur atau fungsi tertentu. Test case memberikan instruksi rinci mengenai tindakan yang harus dilakukan dalam pengujian, jenis data yang harus digunakan, kondisi awal yang harus dipenuhi, dan hasil yang diharapkan. Test case adalah pedoman yang sangat khusus untuk menjalankan pengujian.

 

Contoh Test Case

 

Dalam konteks test scenario di atas (proses pembayaran), berikut adalah contoh test case yang merinci langkah-langkah pengujian yang sangat rinci:

 

Test Case: Memastikan bahwa proses pembayaran menerima kartu kredit dengan benar.

 

Langkah-langkah Pengujian

 

  • Buka aplikasi e-commerce.
  • Pilih barang yang akan dibeli dan tambahkan ke keranjang.
  • Buka keranjang belanja dan pilih opsi “Checkout.”
  • Pilih metode pembayaran “Kartu Kredit.”
  • Masukkan nomor kartu kredit yang sah.
  • Masukkan tanggal kedaluwarsa yang sah.
  • Masukkan kode keamanan kartu yang sah.
  • Tekan tombol “Bayar.”
  • Data yang Dibutuhkan:

 

Nomor kartu kredit: 1234-5678-9012-3456

Tanggal kedaluwarsa: 12/25

Kode keamanan kartu: 123

Kondisi Awal: Pengguna telah menambahkan barang ke keranjang dan memilih metode pembayaran “Kartu Kredit.”

 

Hasil yang Diharapkan: Layar menampilkan pesan sukses dan mengonfirmasi bahwa pembayaran telah berhasil.

 

Perbedaan Utama Antara Test Scenario dan Test Case

 

1. Tingkat Abstraksi

 

Test scenario adalah tingkat abstraksi yang lebih tinggi dan memberikan gambaran umum tentang apa yang akan diuji. Test case adalah tingkat rinci yang lebih rendah dan memberikan instruksi konkret tentang bagaimana melakukan pengujian.

 

2. Sifat Holistik vs Rinci

 

Test scenario mencakup gambaran umum tentang kasus pengujian, menggambarkan apa yang akan diuji. Test case merinci langkah-langkah yang harus diikuti, data yang digunakan, dan hasil yang diharapkan.

 

3. Tujuan Penggunaan

 

Test scenario digunakan untuk merencanakan pengujian dan mengidentifikasi cakupan pengujian. Test case digunakan oleh pengujian aktif untuk melakukan pengujian sehari-hari.

 

4. Jumlah

 

Biasanya, ada lebih banyak test case daripada test scenario dalam suatu proyek pengujian. Test case merinci pengujian berdasarkan berbagai aspek yang mungkin perlu diuji dalam suatu fitur atau fungsi.

 

5. Kompleksitas

 

Test case biasanya lebih kompleks karena merinci langkah-langkah yang harus diambil dan data yang harus digunakan. Test scenario lebih sederhana karena memberikan pandangan holistik.

 

Kapan Menggunakan Test Scenario atau Test Case?

 

1. Test Scenario

 

Gunakan test scenario saat Anda perlu merencanakan pengujian secara keseluruhan dan mengidentifikasi berbagai aspek atau fitur yang akan diuji. Test scenario membantu dalam perencanaan pengujian dan pemahaman cakupan pengujian.

 

2. Test Case

 

Gunakan test case saat Anda siap untuk melakukan pengujian yang sangat rinci. Test case memberikan instruksi yang jelas untuk pengujian sehari-hari dan memastikan bahwa setiap aspek dari fitur atau fungsi diuji secara cermat.

 

Test Scenario vs Test Case dalam Pengujian Perangkat Lunak

 

Dalam konteks pengujian perangkat lunak, penting untuk memahami perbedaan antara test scenario vs test case. Test scenario memberikan visi holistik mengenai apa yang akan diuji, sedangkan test case menguraikan langkah-langkah rinci yang harus diambil dalam pengujian. Keduanya memiliki peran yang penting dalam pengembangan perangkat lunak yang berkualitas tinggi karena membantu memastikan bahwa setiap fitur atau fungsi diuji secara menyeluruh sebelum perilisan.

Bagikan

Artikel Lainnya

Mari kita bicara tentang proyek besar Anda berikutnya

Hubungi kami dan kami akan menghubungi Anda.
Salah satu anggota tim kami akan segera menghubungi Anda kembali.

Dapatkan berita terbaru tentang Nurosoft dan tetap terhubung dengan kami

Ikuti kami